Selamat Datang di Koharudin Blog's ...
Berbagi Ilmu Yang Bermanfaat itu Indah dan Berpahala

Pengunjung Blog

Daftar Isi

Sering dilihat

Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 23 Juni 2011

Implementasi MBS di SD


IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH




Diajukan untuk memenuhi tugas individu
Mata Kuliah Manajemen Berbasis Sekolah





Oleh :
........................................
NIM. .............................










FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI S1 PGSD
.................................................................
Jl. ............................................................................
2011

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak berubah dalam kondisi apapun. Pemerintah tetap konsisten untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas pendidikan. Beberapa program telah dilaksanakan, tetapi karena pengelolaannya yang terlalu kaku dan sentralistik, program-program tersebut tidak banyak memberikan dampak positif dan kualitas pendidikan tetap menurun, diduga berkaitan dengan masalah menejemen. Dalam kaitan ini munculah suatu pemikiran ke arah pengelolaan pendidikan yang memberi keleluasaan kepada sekolah untuk mengatur dan melaksanakan berbagai kebijakan secara luas. Pemikiran ini kemudian disebut Manajemen Berbasis Sekolah (MBS).
MBS merupakan bentuk alternatif sekolah dalam program desentralisasi di bidang pendidikan, yang ditandai oleh otonomi luas di tingkat sekolah, partisipasi masyarakat dan dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional. Otonomi diberikan agar sekolah dapat leluasa mengelola sumber daya dengan mengalokasikannya sesuai prioritas kebutuhan serta tanggap terhadap kebutuhan masyarakat setempat. Partisipasi masyarakat dituntut agar lebih memahami pendidikan, membanntu, serta mengontrol pengelolaan pendidikan. Dalam konsep ini sekolah dituntut memiliki tanggung jawab yang tinggi, baik kepada orang tua, masyarakat, maupun pemerintah (Mulyasa, 2002).

B.     Tujuan Penyusunan
Untuk mengetahui bagaimana implementasi Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Dasar.

















BAB II
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH
DI SEKOLAH DASAR

A.    Tugas dan Wewenang Kepala Sekolah
Tugas dan wewenang Kepala Sekolah di Sekolah Dasar dalam program Manajemen Berbasis Sekolah ini adalah sebagai koordinator dan penanggung jawab penuh terhadap sekolah mulai dan pengelolaan sekolah, manajemen keuangan, hingga penataan segala administrasi dalam pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah di Sekolah Dasar. Tugas dan tanggung jawab kepala sekolah salah satunya adalah kepemimpinan, yang artinya proses untuk mempengaruhi aktivitas individu atau kelompok dalam usaha menuju pencapaian tujuan. Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan pada setiap harinya memiliki tugas pokok mempengaruhi, mendorong, mengajak guru-guru dan staf lainnya agar mereka bersedia berbuat sesuatu yang dapat menyokong pencapaian tujuan sekolah sebagai suatu institusi. Tugas dan tanggung jawab Kepala Sekolah selaku pemimpin pendidikan ada yang berkenaan dengan tujuan sekolah yang hendak dicapai. Misalnya mendeskripsikan tujuan institusional sekolah sehingga mudah dipaharni oleh guru-guru maupun staf lainnya, bersama-sarna dengan guru-guru maupun staf lainnya memikirkan dan merencanakan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan oleh sekolah.

B.     Tugas dan Wewenang Guru
Guru tidak terlepas dari tugas dan tanggung jawab sebagai pengajar. Maka sudah dipastikan bahwa tugas seorang guru tidak lah ringan. Dalam tugasnya sehari-hari baik sebagai pengajar ia akan selalu menghadapi masalah-masalah. Baik sebelum dimulainya pelajaran, pada saat pelajaran atau setelah selesainya pelajaran. Selain mengajar, guru kelas juga mendapatkan tugas tambahan yaitu mengenai kegiatan ekstra kurikuler, yaitu dengan membina seni musik, pramuka kemudian ketrampilan. Ketrampilan-ketrampilan yang diberikan kepada murid ini nantinya dapat digunakan sebagai bekal dalam menyongsong hari depan. Setiap guru mengajar, yang harus dipersiapkan pada program harian yang harus dipersiapkan terlebih dahulu.

C.    Tugas dan Wewenang Komite Sekolah
Peranan komite sekolah dalam pelaksanaannya ikut menyusun program, ikut mendorong, ikut memberi masukan mengenai pelaksanaan pendidikan dan menampung aspirasi masyarakat sehingga tujuan pendidikan nasional itu bisa tercapai. Jadi komite sekolah tidak hanya mengurusi masalah dana tetapi juga mengurusi kepedulian pendidikan pada umumnya.

D.    Sosialisasi Manajemen Berbasis Sekolah
Cara mensosialisasikan program Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Dasar yaitu melalui pertemuan kegiatan atau rapat dengan masyarakat, khususnya orang tua murid, yang sebelumnya telah disepakati oleh pihak sekolah dan komite. Dengan mensosialisasikan program Manajemen Berbasis Sekolah tersebut diharapkan Manajemen Berbasis Sekolah cepat atau lambat dapat sampai pada Masyarakat luas yang akhirnya nanti dapat terwujudnya Masyarakat yang peduli pendidikan.

E.     Penerapan MBS
Cara penerapan pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) tidak secepat membalik tangan atau langsung jadi, sesuai dengan kondisi Masyarakat. Sekolah harus mampu membangun satu kepercayaan kepada Masyarakat, dengan melalui 3 jalur yaitu jalur manajemen, jalur PAKEM, dan peran serta Masyarakat. Ketiganya ini tidak bisa dipisahkan. Dalam rangka membangun kepercayaan dan menciptakan kepercayaan untuk Masyarakat kepada sekolah, maka dari sisi manajemen sekolah itu harus transparan. Transparan dalam menerapkan kebijakan, transparan dalam mengelola keuangan, serta transparan melaksanakan dalam kewajiban dan pertanggung jawaban sepenuhnya pada Masyarakat atau unsur-unsur yang terkait.
Dalam pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah selalu melibatkan semua komponen yang ada. Maka yang berpartisipasi dalam pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah Dasar yang pertama adalah perangkat sekolah, kedua adalah Masyarakat orang tua murid, dan yang ketiga adalah Masyarakat luas termasuk tokoh Masyarakat. Pelaksanaan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah sudah dilaksanakan sesuai dengan program pemerintah dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan dan sudah bisa dibilang baik, bisa dibuktikan dengan nilai akreditasi yang diperoleh oleh sekolah.

F.     Administrasi
Administrasi atau keuangan di Sekolah Dasar harus dikelola secara transparan dan dilaksanakan oleh petugas yang dinilai mampu. Pengelolaan keuangan merupakan kegiatan sekolah untuk merencanakan, memperoleh, menggunakan dan mempertanggung jawabkan keuangan seko biasanya terbatas, oleh karena itu sekolah harus mampu menyakinkan pihak terkait terhadap pentingnya program yang memerlukan tambahan biaya. Maka untuk itu diperlukan adanya pengelolaan keuangan yang baik. Setiap bulan dibuatkan laporan keuangan secara rinci tentang penerimaan dan penggunaan uang yang ada. Sehingga bila terjadi penyimpangan penggunaan dapat diketahui secara tepat.

G.     Kendala dan Hambatan Manajeemen Berbasis Sekolah  
Kendala-kendala yang dihadapi dalam pelaksaan Manajemen Berbasis Sekolah di Sekolah antara lain pelaksanaan yang masih belum optimal, kedisiplinan belum sepenuhnya dilaksanakan, serta masih ada sarana/prasarana yang belum tersedia. Sedangkan hambatan-hambatan yang terjadi dalam pelaksanan Manajemen Berbasis Sekolah selalu dapat diatasi bersama-sama. Komite sekolah ikut membantu dalam mengatasi masalah keuangan.


















BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Pelaksanaan manajemen berbasis sekolah di SDN Pengambangan 5 Banjarmasin  dalam kategori baik, meskipun masih ada kekurangan-kekurangan seperti pada manajemen sarana dan prasarana pendidikan.

B.      Saran
Seluruh pengurus sekolah disarankan untuk lebih meningkatkan kinerja dalam melaksanakan Manajemen Berbasis Sekolah tersebut.



















DAFTAR PUSTAKA
Bafadal, I. 2003. Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar. PT. Bumi Aksara. Jakarta.

Depdiknas, 2001. Konsep dan Pelaksanaan dalam Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Dikmenum. Jakarta.

Mulyasa, E. 2002. Manajemen Berbasis Sekolah. PT Remaja Rosdakarya. Bandung.























KATA PENGANTAR


Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, sholawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabat beliau. Pada kesempatan ini penyusun telah berhasil menyelesaikan tugas individu mata kuliah Manajemen Berbasis Sekolah dengan judul Implementasi Kebijakan Manajemen Berbasis Sekolah.
Penyusun mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu, sehingga tugas individu ini dapat terwujud.
Kesempurnaan hanya milik Allah semata, oleh karena itu penyusun memohon maaf yang sebesar-besarnya, apabila terdapat kekurangan dalam penyusunan tugas ini. Selain itu juga saran serta kritik yang bersifat membangun sangat penyusun harapkan demi perbaikan penyusunan tugas individu di masa yang akan datang.
Semoga tugas ini dapat memberikan manfaat, khususnya bagi penyusun dan pembaca pada umumnya.

Cirebon,  Juni 2011
Penyusun







i
 
 

DAFTAR ISI

Halaman 

KATA PENGANTAR ..................................................................................
i
DAFTAR ISI .................................................................................................
ii
BAB  I
PENDAHULUAN


A.
Latar Belakang Masalah .............................................
1

B.
Tujuan Penyusunan .....................................................
2
BAB II
IMPLEMENTASI MBS DI SEKOLAH DASAR


A.
Tugas dan Wewenang Kepala Sekolah ......................
3

B.
Tugas dan Wewenang Guru .......................................
4

C.
Tugas dan Wewenang Komite Sekolah ......................
4

D.
Sosialisasi Manajemen Berbasis Sekolah ..................
4

E.
Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah ..................
5

F.
Administrasi ...............................................................
5

G.
Kendala dan Hambatan Manajem Berbasis Sekolah ..
6
BAB III

PENUTUP


A.
Kesimpulan
7

B.
Saran
7
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................
8



ii
 
 
separador

0 komentar:

Poskan Komentar

"Dimohon berkomentar dengan santun & tidak menyinggung SARA"

Search

Memuat...

Iseng-iseng